Catur Desa Adat Dalem TamblinganTamblingan.
  • Home
  • Attractions
id|en
Catur Desa Adat Dalem TamblinganTamblingan.

Adat Dalem Tamblingan (Gobleg Village), Banjar District, Buleleng Regency, Bali, 81152

Follow KKN-PPM UGM Mekar Banjar

  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok

Supported by

  • Joglo NyahPat
  • Kandang Ingkung
  • Navil Natural Organik
  • Nuanu Social Fund
Developed by Mekar Koding (IT Members of Mekar Banjar) · © 2026 All rights reserved.

News

The latest news and events from the villages

Category
Sort
Eksibisi MegangsingEvents
July 16, 2026

Eksibisi Megangsing: Gobleg Teguhkan Warisan Budaya Tamblingan

Eksibisi permainan tradisional megangsing di Desa Gobleg menghadirkan kembali suasana masa lalu — anak-anak SD hingga SMP berlomba mengadu teknik lemparan gangsing sebagai upaya pelestarian war

Fasilitas Umum dan Fasilitas SosialFacilities
July 26, 2025

Public and Social Facilities

Public and Social Facilities

Mata Air dan Pemeliharaan AirEnvironment
July 26, 2025

Springs and Water Stewardship

Springs and Water Stewardship

Menyusuri Jejak Pujawali Purnama di Munduk antara Sakralitas dan KebersamaanEvents
June 30, 2025

Tracing Pujawali Purnama in Munduk: Between Sacredness and Togetherness

Tracing Pujawali Purnama in Munduk: Between Sacredness and Togetherness

Posyandu Lansia Desa Munduk: Komitmen Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan bagi Masyarakat Lanjut UsiaHealth
June 30, 2025

Elderly Posyandu in Munduk: Sustained Health Care for Older Residents

Elderly Posyandu in Munduk: Sustained Health Care for Older Residents

Sumber Daya AlamEnvironment
July 26, 2025

Natural Resources

Natural Resources

Telusur Tanaman Obat Alas MertajatiEnvironment
July 30, 2025

Exploring Medicinal Plants of Alas Mertajati

Exploring Medicinal Plants of Alas Mertajati

Tangga Alas MertajatiEnvironment
August 5, 2026

Gejolak Alas Mertajati: Perebutan Ruang Hidup Masyarakat Adat Danau Tamblingan di Bawah Status Hutan Negara

Masyarakat Adat Dalem Tamblingan berjuang mengembalikan Alas Mertajati sebagai hutan adat. Status Taman Wisata Alam terbukti memicu kerusakan pada kawasan suci penyuplai air utama Bali tersebut.