Catur Desa Adat Dalem TamblinganTamblingan.
  • Home
  • Attractions
id|en
Catur Desa Adat Dalem TamblinganTamblingan.

Adat Dalem Tamblingan (Gobleg Village), Banjar District, Buleleng Regency, Bali, 81152

Follow KKN-PPM UGM Mekar Banjar

  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok

Supported by

  • Joglo NyahPat
  • Kandang Ingkung
  • Navil Natural Organik
  • Nuanu Social Fund
Developed by Mekar Koding (IT Members of Mekar Banjar) · © 2026 All rights reserved.
← Back
Environment

Mata Air dan Pemeliharaan Air

Published on July 26, 2025 by KKN Mekar Banjar

This article is available in Indonesian only.

Mata Air dan Pemeliharaan Air

Keberadaan dan Sebaran Mata Air

Selain Danau Tamblingan, kawasan Adat Dalem Tamblingan (ADT) memiliki banyak sumber air berupa klebutan (mata air) dan air terjun. Tercatat ada sekitar 50 mata air yang tersebar di seluruh kawasan ADT, dengan rata-rata 12 mata air di tiap desa. Masing-masing mata air memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan adat setempat.

Mata Air sebagai Sumber Air Suci (Tirta)

Digunakan sebagai air suci untuk seluruh upacara ADT. Air ini hanya boleh dimohonkan oleh Ngurah Mancawarna selaku pemucuk adat.

Dimanfaatkan untuk menyucikan arca Lokita (pusaka), hasil bumi untuk sarana upacara, bangunan, dan juga untuk memohon kelancaran proses melahirkan.

Terdiri dari tiga sumber: Toya Ling, Sudamanik, dan Toya Masem. Berfungsi untuk nyiraman arca Lokita, nunas pengelukatan, dan mesiram dalam ritual pernikahan.

Mata Air sebagai Tempat Pemandian dan Pengobatan

Telah dibuatkan penampungan sebagai tempat mandi. Diyakini dapat menyembuhkan penyakit seperti meriang, cacar, dan gatal-gatal jika mandi antara pukul 04.00–08.00 pagi.

Tempat pemandian warga dan alternatif untuk upacara mebiakawonan dalam perkawinan jika Mata Air Mendaum terlalu jauh.

Meskipun debitnya kecil, mata air ini tidak pernah kering dan digunakan sebagai tempat pemandian oleh masyarakat sekitar.

Debitnya kecil namun tetap digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan air bersih.

Mata Air sebagai Sumber Pengairan Subak dan Kebutuhan Air Bersih

Dimanfaatkan untuk kebutuhan air keluarga oleh masyarakat.

Memiliki tiga sumber air yang dimanfaatkan oleh subak di Desa Gobleg, Munduk, dan Kayu Putih untuk irigasi sawah, serta sebagai sumber air bersih pedesaan.

Alirannya menyatu dengan Mata Air Mendaum membentuk Sungai Mendaum, yang mengairi subak di Gobleg, Munduk, Kayu Putih, bahkan hingga subak-subak di Kecamatan Seririt dan Banjar.

Air Terjun sebagai Objek Wisata

Dikelola oleh Koperasi Jasa Pariwisata Amerta Tamba Eling di Banjar Dinas Jembong, Desa Gobleg.

Juga berada di bawah pengelolaan Koperasi Jasa Pariwisata Amerta Tamba Eling.

Dikenal juga sebagai Red Coral, dikelola oleh Desa Munduk.

Belum dikelola secara optimal

Sebaran Mata Air di Tiap Desa

  1. Medulur
  2. Pasanulus
  3. Pesiraman Batumadeg
  4. Lapang
  5. Bantas
  6. Batu Mejajah
  7. Apit Yeh 1–2
  8. Limpah
  9. Yeh Panes
  10. Munduk Nungkak
  11. Yeh Gedong
  12. Lebah Tapong 1–2–3
  13. Tamblang 1–2
  14. Tutub
  15. Beji Dalem
  16. Yeh Panes
  17. Kelebutan Tunjung
  18. Kelebutan We Sipa
  19. Yeh Pengaringan
  20. Bunut
  21. Kelebutan Air Terjun
  22. Kelebutan Puseh
  23. Beji Impres
  24. Kelebutan Tiing Tali
  25. Yeh Pangi
  26. Yeh Benyah
  27. Yeh Cangkup
  28. Telaga Waja
  29. Yeh Pegat
  30. Amiro
  31. Pesucian Cemara
  32. Toya Ning
  33. Pangkung Sanggah
  34. Pancoran Batu
  35. Air Subak Lebah I dan II
  36. PAM Umejero

Dua mata air dari Umejero, yaitu Amiro dan Toya Ning, saat ini dikelola oleh perusahaan air minum dalam kemasan swasta sebagai sumber air mineral.

Kondisi Terkini dan Upaya Pelestarian Mata Air

  1. Perubahan musim yang tidak menentu
  2. Kerusakan hutan Alas Mertajati, baik karena penebangan maupun pohon tua yang tumbang tanpa adanya penanaman kembali

Upaya Pelestarian yang Bisa Dilakukan

  1. Menjaga kebersihan di sekitar mata air
  2. Memelihara pohon-pohon sekitar
  3. Melakukan penanaman kembali pohon di areal sekitar mata air