Mata Air dan Pemeliharaan Air
Published on by KKN Mekar Banjar
This article is available in Indonesian only.

Keberadaan dan Sebaran Mata Air
Selain Danau Tamblingan, kawasan Adat Dalem Tamblingan (ADT) memiliki banyak sumber air berupa klebutan (mata air) dan air terjun. Tercatat ada sekitar 50 mata air yang tersebar di seluruh kawasan ADT, dengan rata-rata 12 mata air di tiap desa. Masing-masing mata air memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan adat setempat.
Mata Air sebagai Sumber Air Suci (Tirta)
Digunakan sebagai air suci untuk seluruh upacara ADT. Air ini hanya boleh dimohonkan oleh Ngurah Mancawarna selaku pemucuk adat.
Dimanfaatkan untuk menyucikan arca Lokita (pusaka), hasil bumi untuk sarana upacara, bangunan, dan juga untuk memohon kelancaran proses melahirkan.
Terdiri dari tiga sumber: Toya Ling, Sudamanik, dan Toya Masem. Berfungsi untuk nyiraman arca Lokita, nunas pengelukatan, dan mesiram dalam ritual pernikahan.
Mata Air sebagai Tempat Pemandian dan Pengobatan
Telah dibuatkan penampungan sebagai tempat mandi. Diyakini dapat menyembuhkan penyakit seperti meriang, cacar, dan gatal-gatal jika mandi antara pukul 04.00–08.00 pagi.
Tempat pemandian warga dan alternatif untuk upacara mebiakawonan dalam perkawinan jika Mata Air Mendaum terlalu jauh.
Meskipun debitnya kecil, mata air ini tidak pernah kering dan digunakan sebagai tempat pemandian oleh masyarakat sekitar.
Debitnya kecil namun tetap digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan air bersih.
Mata Air sebagai Sumber Pengairan Subak dan Kebutuhan Air Bersih
Dimanfaatkan untuk kebutuhan air keluarga oleh masyarakat.
Memiliki tiga sumber air yang dimanfaatkan oleh subak di Desa Gobleg, Munduk, dan Kayu Putih untuk irigasi sawah, serta sebagai sumber air bersih pedesaan.
Alirannya menyatu dengan Mata Air Mendaum membentuk Sungai Mendaum, yang mengairi subak di Gobleg, Munduk, Kayu Putih, bahkan hingga subak-subak di Kecamatan Seririt dan Banjar.
Air Terjun sebagai Objek Wisata
Dikelola oleh Koperasi Jasa Pariwisata Amerta Tamba Eling di Banjar Dinas Jembong, Desa Gobleg.
Juga berada di bawah pengelolaan Koperasi Jasa Pariwisata Amerta Tamba Eling.
Dikenal juga sebagai Red Coral, dikelola oleh Desa Munduk.
Belum dikelola secara optimal
Sebaran Mata Air di Tiap Desa
- Medulur
- Pasanulus
- Pesiraman Batumadeg
- Lapang
- Bantas
- Batu Mejajah
- Apit Yeh 1–2
- Limpah
- Yeh Panes
- Munduk Nungkak
- Yeh Gedong
- Lebah Tapong 1–2–3
- Tamblang 1–2
- Tutub
- Beji Dalem
- Yeh Panes
- Kelebutan Tunjung
- Kelebutan We Sipa
- Yeh Pengaringan
- Bunut
- Kelebutan Air Terjun
- Kelebutan Puseh
- Beji Impres
- Kelebutan Tiing Tali
- Yeh Pangi
- Yeh Benyah
- Yeh Cangkup
- Telaga Waja
- Yeh Pegat
- Amiro
- Pesucian Cemara
- Toya Ning
- Pangkung Sanggah
- Pancoran Batu
- Air Subak Lebah I dan II
- PAM Umejero
Dua mata air dari Umejero, yaitu Amiro dan Toya Ning, saat ini dikelola oleh perusahaan air minum dalam kemasan swasta sebagai sumber air mineral.
Kondisi Terkini dan Upaya Pelestarian Mata Air
- Perubahan musim yang tidak menentu
- Kerusakan hutan Alas Mertajati, baik karena penebangan maupun pohon tua yang tumbang tanpa adanya penanaman kembali
Upaya Pelestarian yang Bisa Dilakukan
- Menjaga kebersihan di sekitar mata air
- Memelihara pohon-pohon sekitar
- Melakukan penanaman kembali pohon di areal sekitar mata air