Catur Desa Adat Dalem TamblinganTamblingan.
  • Beranda
  • Wisata
id|en
Catur Desa Adat Dalem TamblinganTamblingan.

Adat Dalem Tamblingan (Desa Gobleg), Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, 81152

Ikuti KKN-PPM UGM Mekar Banjar

  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok

Didukung oleh

  • Joglo NyahPat
  • Kandang Ingkung
  • Navil Natural Organik
  • Nuanu Social Fund
Dikembangkan oleh Mekar Koding (Tim IT Mekar Banjar) · © 2026 Hak cipta dilindungi.
← Kembali
Sejarah

Kesenian Sakral dan Seni Hiburan

Dipublikasikan pada 26 Juli 2025 oleh KKN Mekar Banjar

Kesenian Sakral dan Seni Hiburan

Kesenian Sakral dalam Upacara Adat

  1. Rejang Dewa
  2. Pependetan
  3. Baris Gede
  4. Kekelentingan (Gong Duwe)
  5. Gong Semar Pegulingan
  6. Kembang Kirang
  7. Gambang (hanya dimainkan dalam upacara pengabenan)
  8. Kekawin
  9. Kidung

Kesenian Tradisional yang Pernah Dimiliki

Kesenian lainnya yang pernah dimiliki Krama Adat Dalem Tamblingan di Catur Desa adalah Gandrung, yang konon berasal dari Jawa. Namun, saat ini kesenian tersebut telah punah. Gamelan yang digunakan sebagai musik pengiringnya adalah sebetang atau bilah besi. Hingga saat ini, kempul dan bilah besi pemukulnya masih tersimpan dengan baik.

Perjalanan dan Perkembangan Kesenian Tripittaka

Salah satu kelompok kesenian yang ada di Desa Munduk adalah Tripittaka, didirikan oleh I Made Terip. Putu Togog, ayah I Made Terip, adalah seorang pejuang. Keluarganya sering menyingkir ke hutan. Karena tidak ada hiburan, Putu Togog membuat rindik dan menciptakan Joged Muani. Kelompok Joged Muani berkembang pada tahun 1951 hingga 1957. Alat musik dibuat dari bambu petung berukuran besar dan tinggi yang dimainkan dengan berdiri, dinamakan bem. Bem berjumlah tiga buah, masing-masing dimainkan oleh satu orang. Alat musik lainnya adalah:

  1. Tiga buah grantang
  2. Dua buah kantilan
  3. Kopyak (dimainkan tujuh orang)

Kemudian pada tahun 1957, Joged Muani digantikan dengan Gong Kebyar. Putu Togog bahkan berjalan jauh untuk mengajar gong, hingga ke Tulikup (Gianyar) dan Subamia (Tabanan). Tahun 1960, diciptakan megenderan wayang, dan pada tahun 1963 dibangun Kelompok Gender Wayang.

Pada tahun 1972, I Made Terip mendirikan Joged Bungbung menggunakan reong. Namun sejak tahun 1984, kembali digunakan alat musik dari bambu tanpa menggunakan perunggu, hingga saat ini. Alat musik bambu inilah yang menjadi ciri khas dan orisinalitas Tripittaka. Alat musik pelengkap yang digunakan hanya gong dan cengceng. Sanggar Tripittaka dan Regenerasi Seni Sanggar Tripittaka didirikan pada tahun 1997, dan saat ini memiliki 35 orang anggota, mulai dari siswa SD hingga SMA. Kelompok ini merupakan pengembangan baru yang dikembangkan dari jegog (gumbyung). Sejak tahun 1975 hingga sekarang, I Made Terip berperan sebagai Kelian Gong Adat Dalem Tamblingan di Catur Desa.

Pemilihan dan Perawatan Bambu sebagai Alat Musik

  1. Bambu tall
  2. Bambu tamblang
  3. Bambu tabah
  4. Bambu hitam

Pantangan dan Waktu Ideal dalam Membuat Alat Musik Bambu

  1. Tidak boleh dibuat pada hari Beser, karena suara yang dihasilkan kurang bagus, bambu cepat pecah, serta tidak keluar taksu-nya.
  2. Mencari dan memotong bambu sebaiknya tidak dilakukan pada hari Umanis, dan paling baik dilakukan pada hari Kliwon.
  3. Jika mencari bambu di musim hujan, bambu bisa dijemur terlebih dahulu, tapi jangan terlalu panas, dan pindahkan sesekali ke tempat teduh.