Adat dan Ritual Dalem Tamblingan
Dipublikasikan pada oleh Brasti

Dasar Spiritualitas: Piagem Gama Tirta

- Untuk membersihkan alam dan manusia dari hal-hal buruk
- Untuk berbagi kesejahteraan kepada sesama
Yadnya Berdasarkan Pesasihan Leluhur

Yadnya atau rangkaian upacara dilakukan berdasarkan pesasihan yang telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh krama (masyarakat) Adat Dalem Tamblingan. Upacara-upacara tersebut antara lain:
Karya Dalu (Sasih Kasa - Juli)

Dilaksanakan pada petengin (bulan mati) sasih Kasa, bertujuan untuk membersihkan atau menyucikan Pertiwi. Dalu berarti gelap atau malam. Ritual dilakukan pada tiga mata air (Toya Masem, Toya Sudamanik, dan Toya Ling) yang disebut Tukad Sridaka, terletak di perbatasan antara Desa Munduk dengan Gesing (Tukad Cangkup). Jarak tempuh dari Pura Pemulungan Agung ke Tukad Cangkup sekitar 3,4 km.
Bongkol Karya (Sasih Karo)

Dilaksanakan pada kembangin (bulan purnama) sasih Karo, sekitar 15 hari setelah Karya Dalu. Tujuannya adalah untuk menguatkan dan membersihkan pertiwi sapta petala (dasar bumi). Ritual dilaksanakan di mata air besar Luahan Agung Mendaum di perbatasan Desa Munduk dengan Gobleg.
Pengerakih Raganta (Sasih Katiga)
Dilaksanakan di pura raganta atau merajan keluarga pada kembangin sasih Katiga.Penyucian dilakukan oleh setiap keluarga di pekarangan, kebun, serta tempat ibadah keluarga masing-masing.
Pengerakih Luhuring Capah (Sasih Kapat)

Penyucian dilakukan di bagian hulu atau kepala wilayah, yaitu di sekitar Hutan dan Danau Tamblingan, melalui upacara ngaturang pakelem. Selain penyucian kawasan, ritual ini juga memohon keselamatan dan kesejahteraan serta sebagai wujud syukur atas kesuburan air dari Danau Tamblingan. Perjalanan upacara dimulai dari Pura Pemulungan Agung menuju Pura Naga Loka (sekitar 15,8 km), dengan beristirahat di Pura Gubung dan nunas tirta di Pura Tirta Mengening. Tiga hari kemudian dilanjutkan ke pura-pura di Madyaning Capah.
Pemelastian ke Segara Agung (Sasih Kapat)
- Membersihkan
- Menguatkan
- Menyuburkan permukaan bumi dan segala isinya
Pangayu-ayu (Sasih Kalima)

- Ngenteg Linggih Jagat
- Ngenteg Linggih Kamertan
Nangluk Merana (Sasih Kanem)
- Penyakit
- Hama
- Bencana
Pitra Yadnya (Sasih Kapitu dan Kawulu)
Merupakan waktu khusus bagi masyarakat Adat Dalem Tamblingan untuk melaksanakan upacara ngaben (ngabain).
Panyanggra Ulu, Madya, Sor (Sasih Kasanga)
- Munduk
- Gesing
- Umejero
Panglukat Gumi (Sasih Kadasa)

- Buana Agung (semesta)
- Buana Alit (tubuh manusia)