Baga Raksa Alas Mertajati (Brasti): Generasi Muda Penjaga Hutan Adat
Published on by KKN Mekar Banjar
This article is available in Indonesian only.
Baga Raksa Alas Mertajati (Brasti) lahir dari kebutuhan mendesak masyarakat Catur Desa untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap Alas Mertajati — mulai dari rencana pembangunan kereta gantung, taman wisata air, rumah pohon oleh investor, hingga degradasi lahan akibat alih fungsi pertanian. Brasti terdiri dari orang-orang muda dari empat desa adat: Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umejero. Sejak pendiriannya, Brasti mendorong anggotanya untuk memiliki alasan kuat tetap tinggal di desa dan membangun wilayah mereka sendiri. Salah satu program unggulan Brasti adalah mendorong peralihan dari tanaman musiman (bunga, sayur) ke tanaman keras (kopi, rempah) yang lebih ramah lingkungan dan dapat menjaga ketersediaan air tanah. Brasti juga mengembangkan ekowisata sebagai sumber pendapatan alternatif yang sekaligus menjadi media penyebaran nilai-nilai adat.